Lan Yun-zhou: Kemenangan besar Prabowo.

Sumber: Southern Daily Online | Waktu: 2026-06-11 06:01
Ukuran font: Besar Sedang Kecil

88id_Situs web resmi: tv888.com Daftar dan dapatkan 880.000 rupiah, dan menangkan jackpot setiap hari

Akademisi Indonesia mengkritik keikutsertaan Indonesia dalam Komisi Perdamaian. Beberapa akademisi percaya bahwa Indonesia telah jatuh ke dalam perangkap yang dibuat oleh Trump dan Israel, karena Indonesia setuju untuk berkontribusi pada perdamaian Timur Tengah dengan bergabung dengan komisi tersebut, hanya untuk kemudian AS dan Israel melancarkan perang skala besar di kawasan itu tak lama setelahnya, yang merupakan kemunduran besar bagi kebijakan luar negeri Indonesia. Davri, seorang profesor hubungan internasional di Universitas Gajamad, berpendapat bahwa komitmen Indonesia yang telah lama terhadap kebijakan luar negeri yang bebas dan aktif, yang menekankan kemerdekaan dan non-blok, berarti bahwa bergabung dengan Komisi Perdamaian "menyimpang dari prinsip-prinsip dasar Gerakan Non-Blok." Lebih lanjut, waktu partisipasinya, yang bertepatan dengan eskalasi konflik, dapat menyebabkan tuduhan bias internasional. Prajurit Prabowo Subianto baru-baru ini menawarkan diri untuk menengahi konflik AS-Iran, tetapi proposal ini mendapat sambutan yang kurang antusias di dalam negeri. Meskipun demikian, Sugiono mengungkapkan bahwa ia telah menghubungi Menteri Luar Negeri Iran untuk menyampaikan kesediaan Prabowo untuk secara pribadi melakukan perjalanan ke Teheran untuk mediasi. Sugiono mengatakan, "Indonesia siap memainkan peran konstruktif dalam memajukan perdamaian, termasuk mempromosikan dialog atau mediasi... untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan menghindari hilangnya nyawa orang tak bersalah secara tidak perlu." Duta Besar Iran untuk Indonesia, Borugaldi, memuji niat baik pemerintah Indonesia dalam upaya memediasi ketegangan antara AS dan Iran, tetapi juga mengakui bahwa sulit untuk memastikan apakah upaya ini akan berdampak signifikan. Menambah kompleksitas situasi, empat hari setelah kematian Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei dalam serangan udara, Jakarta tetap bungkam. Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia, Dino, mempertanyakan di media sosial apakah "sikap dingin" ini merupakan pertanda perubahan kebijakan luar negeri Indonesia, dan menduga hal itu mungkin menjadi alasan utama Teheran "menolak" usulan mediasi Indonesia.


Svip5

Akademisi Indonesia mengkritik keikutsertaan Indonesia dalam Komisi Perdamaian. Beberapa akademisi percaya bahwa Indonesia telah jatuh ke dalam perangkap yang dibuat oleh Trump dan Israel, karena Indonesia setuju untuk berkontribusi pada perdamaian Timur Tengah dengan bergabung dengan komisi tersebut, hanya untuk kemudian AS dan Israel melancarkan perang skala besar di kawasan itu tak lama setelahnya, yang merupakan kemunduran besar bagi kebijakan luar negeri Indonesia. Davri, seorang profesor hubungan internasional di Universitas Gajamad, berpendapat bahwa komitmen Indonesia yang telah lama terhadap kebijakan luar negeri yang bebas dan aktif, yang menekankan kemerdekaan dan non-blok, berarti bahwa bergabung dengan Komisi Perdamaian "menyimpang dari prinsip-prinsip dasar Gerakan Non-Blok." Lebih lanjut, waktu partisipasinya, yang bertepatan dengan eskalasi konflik, dapat menyebabkan tuduhan bias internasional. Prajurit Prabowo Subianto baru-baru ini menawarkan diri untuk menengahi konflik AS-Iran, tetapi proposal ini mendapat sambutan yang kurang antusias di dalam negeri. Meskipun demikian, Sugiono mengungkapkan bahwa ia telah menghubungi Menteri Luar Negeri Iran untuk menyampaikan kesediaan Prabowo untuk secara pribadi melakukan perjalanan ke Teheran untuk mediasi. Sugiono mengatakan, "Indonesia siap memainkan peran konstruktif dalam memajukan perdamaian, termasuk mempromosikan dialog atau mediasi... untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan menghindari hilangnya nyawa orang tak bersalah secara tidak perlu." Duta Besar Iran untuk Indonesia, Borugaldi, memuji niat baik pemerintah Indonesia dalam upaya memediasi ketegangan antara AS dan Iran, tetapi juga mengakui bahwa sulit untuk memastikan apakah upaya ini akan berdampak signifikan. Menambah kompleksitas situasi, empat hari setelah kematian Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei dalam serangan udara, Jakarta tetap bungkam. Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia, Dino, mempertanyakan di media sosial apakah "sikap dingin" ini merupakan pertanda perubahan kebijakan luar negeri Indonesia, dan menduga hal itu mungkin menjadi alasan utama Teheran "menolak" usulan mediasi Indonesia.

Tanah longsor akibat hujan lebat di Jawa Barat menewaskan sedikitnya 48 orang

Artikel Terkait

Hak Cipta Southern News Network. All Rights Reserved.

| Kode Identifikasi: 4400000131

Diselenggarakan oleh��Southern News Network | Disebarkan oleh��Komisi Ekonomi dan Informatika

Disarankan menggunakan resolusi 1024��768 atau mode mobile untuk pengalaman terbaik.